4 Desember 2022

Sampling Acak Sekolah di Kulon Progo: 42 Siswa Positif Covid-19

Sebanyak 42 siswa di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terkonfirmasi positif Covid-19. Puluhan kasus ini ditemukan lewat pelaksanaan surveilans pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di puluhan satuan pendidikan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati menuturkan surveilans PTM dilaksanakan setiap harinya sejak 10 November 2021 lalu hingga 16 November mendatang. Surveilans ini menggunakan tes polymerase chain reaction (PCR) dengan menyasar para siswa secara acak di berbagai sekolah. Sementara, menurut laporan Baning, hingga hari ini secara kumulatif telah diperoleh 955 sampel dari 25 sekolah se-Kulon Progo. Meliputi 18 SD, 3 SMP, dan 4 SMA.

“Ada 42 positif atau 4,40 persen dari sampel,” kata Baning dalam keterangannya, Jumat (12/11). Baning belum mengungkap lokasi sampling terbaru atau per hari ini. Namun, beberapa yang telah diumumkan dengan temuan kasus terkonfirmasi antara lain SD di Pengasih, Temon, Kalibawang, dan Nanggulan, serta SMA di Wates. Sesuai pedoman pelaksanaan surveilans PTM, lanjut Baning, maka sekolah dengan positivity rate melebihi 5 persen harus menghentikan kelas tatap muka sementara waktu. “Dihentikan PTM semua kelas ada 5 sekolah,” tutur Baning.

Sedangkan untuk sekolah dengan positivity rate di bawah 5 persen diperkenankan melanjutkan PTM terbatas. Dengan catatan siswa terkonfirmasi Covid-19 dan para kontak erat wajib menjalani isolasi mandiri. “Yang PTM dihentikan 1 kelas ada di 3 sekolah,” kata Baning. Terpisah, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono menekankan pentingnya penanganan secara segera setelah ditemukan kasus penularan di lingkungan sekolah. Termasuk, dengan menghentikan PTM terbatas demi memutus rantai penyebaran virus yang lebih jauh.