4 Desember 2022

Hampir Separuh Jawa-Bali Catat Vaksinasi Lansia di Bawah 50 Persen

Pemerintah menyebut sebanyak 47 persen dari total 514 kabupaten/kota di Jawa dan Bali masih mencatat angka vaksinasi lansia di bawah 50 persen. Jumlah itu membuat masyarakat tetap harus hati-hati terkait lonjakan kasus.

“Masyarakat tetap berhati-hati mengingat masih terdapat 47 persen kabupaten/kota di Jawa Bali yang suntikan dosis pertama vaksinasi untuk lansianya masih di bawah 50 persen,” kata Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangannya, Senin (15/11) malam. Pernyataan itu disampaikan Luhut bersamaan dengan pengumuman perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali yang berakhir per hari yang sama.

Pada kesempatan itu, pemerintah telah mengumumkan PPKM di wilayah Jawa dan Bali diperpanjang selama dua pekan hingga 29 November mendatang.
Selain angka vaksinasi lansia yang masih rendah di 47 persen kabupaten/kota, Luhut juga mengatakan masih ada 75 persen kabupaten/kota di Jawa-Bali yang mencatat angka dua dosis vaksinasi masih di bawah 50 persen. Lalu, sebanyak 16 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dengan cakupan vaksinasi umum dan lansia dosis satu masih di bawah 50 persen.

Catatan itu menurut Luhut masih mengkhawatirkan dan menghadapi potensi kenaikan mobilitas dan kasus konfirmasi Covid-19 di masa libur Natal dan Tahun Baru 2022. Terlebih, menurutnya, pemerintah juga menemukan kondisi di lapangan yang menunjukkan kesadaran masyarakat pada protokol kesehatan semakin berkurang. Pemerintah, lanjut dia, oleh karenanya akan terus menggenjot percepatan vaksinasi, terutama vaksinasi lansia di wilayah dengan tingkat vaksinasi umum dan lansia masih di bawah 50 persen. “Oleh sebab itu, dalam menyambut Nataru yang akan datang sebentar lagi, pemerintah akan berkoordinasi untuk mengetatkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi dan Protokol Kesehatan utamanya di tempat kerumunan,” katanya.