4 Desember 2022

Banjir Kotawaringin Timur Rendam 22 Desa, 576 KK Terdampak

Banjir merendam 22 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, akibat intensitas hujan yang meningkat selama hampir sepekan hingga Minggu (14/11).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Rihel, mengatakan bahwa banjir sudah terjadi sejak Selasa (9/11) dan sudah merendam puluhan rumah dan dua sekolah. Akibat intensitas hujan kian tinggi, banjir di Kotawaringin Timur dilaporkan kini sudah merendam 22 desa dan menyebabkan 576 kepala keluarga terkena dampak. “Laporan dan hasil pemantauan kami, banjir di beberapa lokasi memang ada kenaikan. Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi ini,” ujar Rihel, seperti dikutip Antara.

Berdasarkan laporan yang diterima Rihel hingga pukul 18.00 WIB, banir meluas ke delapan kecamatan, yaitu Tualan Hulu, Mentaya Hulu, Cempaga Hulu, Kota Besi, Parenggean, Mentawa Baru Ketapang, Baamang, dan Cempaga. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Cempaga Hulu yang melanda sembilan desa. Tercatat 277 kepala keluarga terdampak banjir di kecamatan itu. Dari kesembilan desa itu, dua daerah terkena dampak paling parah, yaitu Tumbang Koling dan Sudan. Ketinggian air di kedua daerah itu mencapai satu hingga dua meter di atas jalan desa sehingga aktivitas masyarakat sangat terganggu.

BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau perkembangan banjir ini. Mereka meminta pemerintah setempat segera mengirimkan data resmi kondisi warga yang terkena dampak banjir. Rihel mengatakan bahwa data ini sangat dibutuhkan sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan, termasuk jika dibutuhkan penyaluran bantuan. “Koordinasi akan terus kami tingkatkan, selain tim kami juga turun langsung ke sejumlah lokasi banjir. Mudah-mudahan saja banjir ini segera surut,” kata Rihel.