4 Desember 2022

Wagub Jatim soal Kematian Covid Tertinggi: ‘Death on Arrival’

Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak mengungkapkan penyebab angka tinggi kematian karena covid-19 di daerahnya karena banyak pasien erlambat mendatangi RS rujukan. Pasien sudah dalam kondisi kritis sehingga terlambat untuk ditangani.

“Baru-baru ini, kami cermati banyak kasus death on arrival di IGD, jadi sebenarnya artinya terlambat datang ke RS,” ujarnya dalam diskusi Kolaborasi Penanganan Covid-19 melalui daring, Sabtu (24/7). Berdasarkan pengecekan di lapangan, ia mengatakan masyarakat cenderung memilih isolasi mandiri di rumah dibandingkan ke RS maupun ke rumah isolasi terpadu. Kondisi ini ditunjukkan dari rendahnya tingkat keterisian rumah isolasi terpadu yang kapasitasnya mencapai 8.000 tempat tidur.

“Jadi, masyarakat punya tendensi untuk stay at home dan kemudian kalau sudah tidak tertahan baru ke RS. Nah, ini yang kemudian justru mengkhawatirkan karena turunnya kondisi pasien bisa sangat cepat, saturasi tiba-tiba bisa drop begitu saja dan kalau terlambat di awal pemburukan kondisinya akan semakin cepat,” imbuhnya. Untuk mengatasi kondisi itu, ia mengaku telah mendatangi asosiasi kepala desa. Dari laporan para kepala desa, ia mengatakan masyarakat juga banyak mendatangi Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes). Oleh sebab itu, ia meminta Ponkesdes untuk segera membuat rujukan jika kondisi pasien dirasa mengkhawatirkan.

“Jadi, ternyata sistem berjenjang ini jalan di desa, mungkin agak beda di urban mereka cepat pergi ke ini (RS) akhirnya cases-nya agak beda antar desa dan kota,” katanya. Pada Jumat (23/7), angka kematian pasien covid-19 di Indonesia menembus rekor mencapai 1.566 kasus, melampaui Kamis (22/7) yakni sebanyak 1.449 kasus. Hampir semua provinsi menyumbang angka kematian. Provinsi dengan angka kematian tertinggi yaitu Jawa Tengah (446 kasus) disusul oleh Jawa Timur (349 kasus) dan DKI Jakarta (157 kasus).