4 Desember 2022

Politikus PAN Minta Jokowi Tak Asal Prediksi Puncak Corona

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN Saleh Daulay mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memprediksi puncak kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia terjadi pada Agustus hingga September 2020.
Saleh mengatakan prediksi puncak corona harus diukur berdasarkan laporan ahli epidemi atau secara epidemiologis. Menurutnya, prediksi puncak corona tak bisa dilakukan hanya pada hal-hal yang bersifat sosiologis. Politikus PAN itu menyebut prediksi penyebaran virus tanpa kajian epidemiologis rawan meleset. Hal tersebut bisa dilihat dari prediksi yang pernah diungkap oleh Badan Intelijen Negara (BIN) dan salah satu lembaga survei beberapa waktu lalu.

“Perkiraan seperti ini sudah ada yang meleset, dulu ada BIN katanya Mei, bahkan lembaga survei Juni katanya paling lama, kenyataannya meleset lagi,” ujarnya. Saleh mengaku pesimis dengan prediksi Jokowi tersebut. Menurutnya, berbagai langkah yang dilakukan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 hingga saat ini belum menunjukkan perubahan.

“Saya lihat apa yang dilakukan pemerintah masih belum menunjukkan tanda-tanda adanya perubahan dari pelayanan kepada masyarakat dan penanganan Covid-19,” kata pria yang juga menjabat Ketua DPP PAN itu.

Sebelumnya, Jokowi memprediksi puncak kasus Covid-19 di Indonesia terjadi pada Agustus hingga September 2020. Perkiraan tersebut mengacu pada jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 yang saat ini terus melonjak.

“Kalau melihat angka-angka memang perkiraan puncaknya Agustus-September, perkiraan terakhir yang saya terima,” ujar Jokowi dalam pertemuan dengan media, Senin (13/7) kemarin. Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani mengatakan prediksi tersebut bisa terjadi dan bisa juga tidak terjadi. Prediksi tersebut tergantung pada intervensi pemerintah.

Hingga hari ini, (15/7), kasus positif virus corona di Indonesia telah mencapai 80 ribu orang lebih. Dari jumlah itu, 39.050 orang di antaranya telah sembuh dan 3.797 orang meninggal dunia.