4 Desember 2022

Fakta Talang Air Bocor di Balik ‘Air Terjun dari Langit’ di Bekasi

Video dengan narasi hujan bak air terjun dari langit di Bekasi, Jawa Barat menggegerkan media sosial (medsos). Penampakan ‘air terjun dari langit’ itu awalnya diyakini sebagai fenomena alam microburst.
Dalam video viral yang dilihat detikcom, Rabu (9/11/2022) siang, air seperti turun begitu deras di satu titik. Derasnya hujan yang turun tersebut tetap tampak jelas meski di sekeliling daerahnya juga turun hujan.

Tampak air seperti ‘tumpah’ berkali-kali di lokasi tersebut. Pepohonan di lokasi juga bergoyang-goyang karena diduga derasnya hujan yang turun disertai angin kencang.

“Ini air terjun yang nggak jelas dari langit ini, ini air mancurnya cuma di situ aja, ini di Stadion Wibawa Mukti nih. Ini langsung dari langit ini air terjunnya,” ucap seorang pria yang diduga merekam peristiwa tersebut seperti terdengar dalam video.

Penjelasan BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun angkat bicara soal fenomena alam microburst secara umum, meski memang tak mengaitkan secara khusus ‘air tejun dari langit’ di video viral dengan microburst.

“Microburst itu fenomena lebih kecil dari downburst, fenomenanya identik,” kata Kabid Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, saat dimintai tanggapan.

Sementara itu, Senior Forecaster BMKG, Reifda Novikarany, mengatakan, dalam istilah meteorologi, downburst adalah sistem angin kencang secara vertikal ke bawah dan terjadi dalam waktu yang singkat yang timbul dari sistem awan jenis kumulonimbus dan menyebar ketika sampai di permukaan tanah.

“Downburst memiliki daya rusak yang tinggi, karena terjadi dengan kecepatan yang tinggi dalam durasi yang singkat dan biasanya disertai dengan hujan, sehingga ketika terjadi di wilayah pemukiman dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur,” kata Reifda.

Dia mengatakan fenomena downburst berbeda dengan angin puting beliung meskipun sama-sama timbul dari awan jenis kumulonimbus dan sama-sama merusak. Dia menjelaskan bentuk fenomena keduanya berbeda.

“Kalau puting beliung bentuknya memutar seperti spiral atau belalai yang turun dari awan ke permukaan, sedangkan downburst bentuknya lebih menyebar dan embusan anginnya kencang secara vertikal dari dasar awan,” katanya.

Dia mengatakan fenomena downburst cukup sulit dideteksi dan diprediksi, seperti halnya puting beliung, karena fenomenanya terjadi dalam skala waktu yang singkat hingga dalam satuan beberapa menit saja. Selain itu, fenomena ini sulit diprediksi dengan pasti lokasi kejadian dan waktu kejadian karena sifat kejadiannya yang lokal.

Polisi Ungkap Fakta Talang Bocor
Polisi mengungkap fakta di balik ‘air terjun dari langit’ itu. Polisi menyebut ‘air terjun dari langit’ itu bersumber dari pipa talang air yang patah.

“Bahwa dari hasil pengecekan di lokasi air yang jatuh di atas pos sekuriti gerbang utara Stadion Wibawa Mukti berasal dari air hujan limpahkan air atas Stadion Wibawa Mukti yang mengalir ke talang atap Stadion Tribun Barat,” kata Kapolsek Cikarang Timur AKP Bambang Krisnadi kepada wartawan.

Krisnadi mengatakan pipa paralon talang air yang ada di atap stadion patah karena tidak kuat menampung air hujan sehingga limpasan air itu langsung jatuh dan mengakibatkan air turun secara deras.

“Pipa paralon talang atap Stadion Wibawa Mukti tribun barat patah karena tidak mampu menampung air hujan yang mengalir ke talang yang seharusnya mengalir ke pipa paralon sehingga limpas/jebol langsung jatuh ke bawah yang mengarah atas pos security gerbang utara Stadion Wibawa Mukti,” jelasnya.

Dia menegaskan kembali anggapan fenomena alam itu tidak benar.

“Dari hasil pengecekan bahwa video viral yang beredar adalah bukan murni dari fenomena alam, akan tetapi akibat kerusakan di bagian paralon pada talang air atap Stadion Wibawa Mukti,” tuturnya.