4 Desember 2022

Dokter PPDS RS Soetomo Surabaya Meninggal Terinfeksi Corona

Seorang dokter yang bertugas di RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Putri Wulan Sukmawati meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona (Covid-19).
Dokter Putri merupakan residen peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Anak Universitas Airlangga (Unair) yang ditugaskan di RS Soetomo. Humas RSUD dr Soetomo, dr Pesta Parulian mengatakan Putri sakit dan dirawat sejak 18 hari yang lalu.

“Dokter Putri kami rawat selama 18 hari,” kata Pesta saat dikonfirmasi, Senin (6/7). Pesta mengatakan pihaknya telah merawat intensif Putri selama 18 hari. Namun, karena serangan infeksi virus yang berat nyawa Putri tak tertolong. “Kami merawatnya dengan serangan infeksi virus yang sangat berat semasa kita rawat ICU dengan segala macam perkembangan,” ujarnya. Menurut Pesta, Putri juga memiliki komorbid atau penyakit penyerta, yakni obesitas. Kondisi tersebut yang memperburuk kondisi Putri.

“Secara umum menang dr Putri termasuk yang mempunyai komorbid dengan berat badan cukup berat, obesitas,” katanya. Namun, Pesta mengaku belum bisa memastikan di mana sejawatnya tersebut tertular Covid-19. Menurutnya, saat ini semua orang bisa tertular virus corona.

“Kami tidak bisa menceritakan dia tertular di sana, di sini, atau dimana pun tempat dia bertugas, karena sekarang ini di manapun berada bisa tertular,” ujarnya. Pesta mengatakan RSUD Soetomo sudah ketat menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona bagi para tenaga medis. Atas kejadian ini pihaknya akan melakukan introspeksi.

“Kami berusaha sekuat tenaga untuk introspeksi, untuk selalu menilai di manapun kami menugaskan atau di manapun dokter-dokter kami bertugas untuk kami lengkapi dengan perlindungan,” katanya. Direktur Utama RSUD dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi mengaku pihaknya sangat berduka anak didiknya tersebut meninggal dunia. Joni mengatakan kondisi Putri sempat membaik sejak beberapa hari lalu. Menurut Joni, alat bantu ventilator yang dipasang di tubuh Putri telah dilepas. Bahkan pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR) terkahirnya juga sudah menunjukkan hasil negatif.

“Sudah lepas ventilator tapi itulah kehendak yang maha kuasa,” kata Joni.