\

Toyota mengatakan presiden dan ketua unit Daihatsu yang dilanda skandal akan mundur

TOKYO (Reuters) – Toyota Motor Corp mengatakan pada hari Selasa bahwa presiden dan ketua Daihatsu Motor akan mengundurkan diri hampir setahun setelah unit mobil kecil tersebut mengatakan mereka telah melakukan kecurangan dalam uji keselamatan tabrakan.

Kepergian Daihatsu merupakan salah satu perubahan paling drastis yang dilakukan Daihatsu sejauh ini, seiring upaya Toyota mengembalikan merek tersebut ke akarnya sebagai salah satu pembuat mobil kompak paling ikonik di Jepang.

Toyota menghadapi potensi terpuruknya reputasinya akibat tidak berlakunya sertifikasi keselamatan di Daihatsu, serta masalah tata kelola terpisah di pembuat truk Hino Motors dan afiliasinya Toyota Industries.

Skandal di ketiga perusahaan tersebut memicu permintaan maaf yang jarang terjadi dari Pimpinan Toyota Akio Toyoda bulan lalu.

Dalam sebuah pernyataan, produsen mobil terlaris di dunia itu mengatakan bahwa CEO Daihatsu untuk kawasan Amerika Latin dan Karibia, Masahiro Inoue, akan menggantikan Soichiro Okudaira sebagai presiden Daihatsu efektif 1 Maret.

Chairman Daihatsu, Sunao Matsubayashi, juga akan mundur dan tidak akan digantikan, tambah Toyota.

Okudaira yang akan keluar dari jabatannya telah bekerja di Toyota selama hampir empat dekade sebelum menjadi presiden Daihatsu pada tahun 2017, setahun setelah perusahaan tersebut menjadi anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Toyota.

Namun, Chief Executive Toyota Koji Sato mengatakan kepada wartawan bahwa perubahan organisasi di Daihatsu tidak dilakukan sebagai hukuman bagi para eksekutif yang keluar.

Dari segi volume, Daihatsu menyumbang 7% dari total penjualan grup Toyota sebanyak 11,2 juta kendaraan pada tahun 2023, termasuk merek mewah Lexus dan Hino Motors.

Mengingat kesalahan dalam pengajuan sertifikasi uji keselamatan, Daihatsu juga akan dikeluarkan dari kemitraan kendaraan komersial yang dikenal sebagai Commercial Japan Partnership Technologies (CJPT), kata produsen mobil itu dalam pernyataan terpisah.

Kemitraan ini terjalin pada April 2021 oleh Toyota, Hino, dan Isuzu Motors untuk memfasilitasi pengembangan teknologi pada kendaraan komersial. Suzuki Motor dan Daihatsu bergabung pada bulan Juli tahun yang sama.

10% saham Daihatsu dalam kemitraan ini akan dialihkan ke Toyota, kata pernyataan itu.

(Laporan oleh Daniel Leussink dan Satoshi Sugiyama; Penyuntingan oleh Kim Coghill & Shri Navaratnam dan Miral Fahmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *