\

Semakin banyak pesawat palsu bermunculan di pangkalan-pangkalan Rusia dalam upaya untuk menipu Ukraina

  • Rusia memiliki sejarah mengecat pesawat militer sebagai umpan di pangkalan udaranya di seluruh negeri.

  • Para analis mengatakan taktik tersebut merupakan upaya untuk menyesatkan Ukraina ketika mereka melakukan serangan jarak jauh.

  • Baik Moskow maupun Kyiv telah menggunakan umpan untuk mencoba menipu pihak lain selama perang.

Rusia memiliki sejarah mengecat pesawat palsu di pangkalannya untuk mencoba mengelabui Ukraina, dan citra satelit baru-baru ini menunjukkan bahwa Moskow telah memperluas praktik ini hingga tahun baru.

Penipuan terus memainkan peran penting ketika perang sengit antara Moskow dan Kyiv mendekati dua tahun. Kedua belah pihak telah menggunakan umpan dalam upaya untuk mengelabui pihak lain. Namun lukisan pesawat Rusia tidak meyakinkan dibandingkan dengan model tiup, misalnya.

Gambar tanggal 11 Januari yang diambil oleh Planet Labs PBC dan diperoleh Business Insider menunjukkan siluet pesawat perang di landasan Pangkalan Udara Mozdok di tenggara Rusia. Namun tidak seperti pesawat lain yang terlihat di foto, siluetnya muncul dalam warna putih seperti hantu dan tidak menimbulkan bayangan.

Siluet tersebut hilang dalam gambar dasar yang sama yang diambil lebih dari enam bulan sebelumnya, pada tanggal 21 Juni.

Pangkalan Udara Mozdok pada 21 Juni 2023.Gambar © Planet Labs PBC

Pangkalan Udara Mozdok pada 11 Januari 2024.Gambar © Planet Labs PBC

Mozdok bukan satu-satunya lapangan terbang Rusia yang menerapkan praktik ini dalam beberapa bulan terakhir; Citra satelit telah menangkap mural pesawat tempur di berbagai pangkalan di seluruh negeri, dan juga di seluruh semenanjung Krimea yang diduduki.

Tidak jauh dari Mozdok di barat daya Rusia terdapat Pangkalan Udara Krymsk tidak jauh dari jembatan Selat Kerch yang menghubungkan Krimea dengan Rusia. Citra satelit tanggal 10 November memperlihatkan siluet empat jet tempur yang dicat dengan warna putih cerah dan tidak memiliki bayangan, tidak seperti pesawat lain yang diparkir di dekatnya. Siluet ini hilang dalam gambar 11 Oktober dengan dasar yang sama.

Pangkalan Udara Krymsk pada 11 Oktober 2023.Gambar © Planet Labs PBC

Pangkalan Udara Krymsk pada 10 November 2023.Gambar © Planet Labs PBC

Di Krimea, di Pangkalan Udara Gvardeyskoe di tengah semenanjung, citra satelit pada tanggal 5 Desember menunjukkan siluet dua jet tempur yang dicat dengan warna abu-abu terang, hampir menyatu dengan aspal. Hidung mereka menyerupai titik-titik kecil berwarna putih. Siluet tersebut tidak menimbulkan bayangan, tidak seperti pesawat di dekatnya, dan tidak ada pada citra pangkalan yang sama pada 23 Agustus.

Pangkalan Udara Gvardeyskoe pada 23 Agustus 2023.Gambar © Planet Labs PBC

Pangkalan Udara Gvardeyskoe pada 5 Desember 2023.Gambar © Planet Labs PBC

Di sudut barat daya Krimea, dekat kota pelabuhan Laut Hitam Sevastopol, gambar Pangkalan Udara Belbek pada tanggal 26 Oktober memperlihatkan empat siluet abu-abu jet tempur yang hampir menyatu dengan landasan. Siluet tersebut tidak mengeluarkan bayangan apa pun, tidak seperti dua pesawat lain yang diparkir di sana, dan juga tidak muncul dalam foto yang diambil dari pangkalan yang sama pada 10 Maret.

Lapangan terbang Rusia dekat Sevastopol, Krimea pada 10 Maret 2023.Gambar © Planet Labs PBC

Lapangan terbang Rusia dekat Sevastopol, Krimea pada 26 Oktober 2023.Gambar © Planet Labs PBC

Para analis mengatakan taktik yang meluas ini adalah upaya Rusia untuk mencoba mengelabui persenjataan Ukraina agar tidak mengenai sasaran sebenarnya.

“Umpan ini adalah upaya untuk menyesatkan drone serangan satu arah Ukraina yang mungkin mengandalkan kamera dasar untuk mendeteksi bentuk pesawat Rusia,” kata Brady Africk, analis intelijen sumber terbuka di lembaga think tank American Enterprise Institute, kepada Business Insider .

Africk telah lama melacak pesawat palsu Rusia dan membagikan beberapa contoh taktik ini pada 30 Januari benang diposting ke X, platform yang secara resmi dikenal sebagai Twitter. Kehadiran umpan tersebut, katanya, “menunjukkan bahwa Rusia khawatir terhadap kemampuan Ukraina untuk menyerang sasaran militer Rusia semakin jauh dari garis depan.”

Memang benar, seiring dengan berlangsungnya perang, Kyiv semakin berhasil melakukan serangan jarak jauh dengan rudal dan drone di pangkalan-pangkalan Moskow – baik yang berada jauh di dalam wilayah kedaulatan Rusia atau di wilayah pendudukan Ukraina.

Africk mengatakan penggunaan tipu daya dan umpan “secara konsisten terjadi” sepanjang perang, khususnya pesawat palsu yang “menonjol” di lapangan udara Rusia dan Ukraina.

“Kami telah melihat beberapa contoh amunisi yang digunakan pada pesawat umpan,” tambahnya. “Jadi masuk akal jika Rusia menciptakan umpan ini dalam upaya untuk mengalihkan drone serangan satu arah Ukraina dari pesawat asli ke pesawat palsu.”

Namun kreativitasnya tidak berhenti di lapangan terbang saja. Selain pesawat tempur palsunya, Rusia juga telah mengerahkan tank tiup T-72, sementara Ukraina, sebaliknya, telah meluncurkan peluncur roket yang terbuat dari kayu dan tong minyak yang digunakan untuk membuat umpan. reflektor radar.

Baca artikel asli di Business Insider

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *